Musisi Indonesia Yang Dituding Plagiat Band Luar Negeri

Musisi Indonesia Yang Dituding Plagiat Band Luar Negeri – Akhir-akhir ini artis Indonesia terutama pada penyanyinya sudah tidak dapat dihitung lagi jumlahnya. Mereka yang memiliki modal hanya sensasi atau hanya menampilkan bakatnya di Youtube dapat langsung menjadi penyanyi terkenal. Tetapi soal kualitas, tetap saja memiliki perbedaan jika disandingkan dengan para musisi yang sudah legendaris dimana mereka akan selalu bertahan dari awal hingga debutnya bertahun-tahun sampai saat ini.

Membicarakan musisi legendaris, pasti terdapat beberapa nama grup band atau penyanyi yang berkarir solo di benak kalian. Contohny saja Sheila On 7, Titi Dj, dan lainnya. Tetapi siapa yang dapat menyangka kalau dari mereka suka dikritik oleh banyak orang karena diduga meniru karya musisi lain. Mari kita simak!

1. D’Massiv dengan My Chemical Romance

Musisi Indonesia Yang Dituding Plagiat Band Luar Negeri

Sejak debut pertamanya di 2007, grup yang satu ini beranggotakan Rian, Kiki, Rai, Rama, dan Wahyu ini sudah diidolakan kaum remaja. Tidak hanya karena penampilannyam tetapi lagu yang dibawakannya juga keren. Lagu yang dibawakan pertama kali ialah Cinta Ini Membunuhku. Ditambah pula ekspresi sang vokalis Rian yang begitu menghayati saat bernyanyi. Tetapi di tahun 2006, grup asal New Jersye, My Chemical Romance sudah lebih dulu mengeluarkan singlenya dengan judul I don’t Love You. Apabila didengarkan bersama, keduanya memiliki irama yang serupa. judi slot

2. Mulan Jameela vs Muse, Bikin Menganga Saking Miripnya

Musisi Indonesia Yang Dituding Plagiat Band Luar Negeri

Sesaat bubarnya grup dua Ratu yang didirikan oleh Maia Estianty ia meniti karirnya sebagai solois. Lagu pertamanya yang menjadi tren saat itu ialah Makhluk Tuhan Paling Seksi. Ia selalu berpenampilan yang menarik dengan adanya rambut yang warna-warni dalam membawakan lagu di panggung. Semua orang pun mengakui bahwa lagu tersebut adalah karya yang keren dan enak didengar. Tetapi, siapa yang menyangka bahwa irama yang dibawakannya sangat mirip dengan band luar negri yang beraliran rock yaitu Muse berjudull Time Is Running Out.

3. Via Vallen vs Kiroro, Katanya sih Inspirasi

Apabila kamu mendengar lagu yang dibawakan oleh Kikoro ppenyanyi asal Jepang dengan judul Mirae, pasti kamu berpikir bahwa lagu tersebut mirip dengan lagu Sayang yang dibawakan oleh Via Valle. Memang benar kedua lagu tersebut memiliki irama yang sama persis dari awal sampai akhir. Via juga sempat membawakan lagu tersebut dalam channel Youtubenya, Saat banyak sekali orang yang menganggap dirinya plagiat atas grup band asal Jepang tersebut, Via menjelaskan bahwa lagu Mirae memang inspirasi dari lagunya yang terkenal. Walaupun begitutidak semua orang yang percaya dengan pernyataan Via tersebut dan menuding bahwa Via melakukan plagiat.

4. Dewa 19 vs Led Zeppelin.

Judul lagu Dewa 19 yang Pangeran cinnta memang memiliki intro yang mirip dengan lagu yang dibawakan oleh Led Zeppelin yaitu Immigrant Song, dan sudah dipastikan bahwa kalian yang mendengarkannya pun berpikiran yang sama. Dewa 19 mengeluarkan lagu tersebut di tahun 2004, sedangkan di tahun yang sama sang drummer Led Zeppelin telah meninggal dunia. Menjadi kemungkinan besar kalau Ahmad Dhani memang terinspirasi pada sang maestro rock dunia tersebut. Tetapi, apabila didengarkan dengan seksama, intro dikedua lagu ini memang sangat mirip hingga range nadanya.

5. Sheila on 7 vs The Beatles

Sheila Gank memang band yang sudah sangat terkenal di tanah air. Siapapun pasti mengenali dan menyukai lagu ciptaannya. Tetapi terdapat satu lagu yang diduga telah plagiasi dari musisi luar negeri. Slah satu lagu yang dibawakan Seila menyinggung tentang umur yaitu, Saat Aku Lanjut Usia yang saat didengarkan sangat mirip dengan musisi dunia The Beatles pada lagunya yang berjudul When I’M 64.Berbeda dari lagu-lagu yang ia abwakan sebelumnya. lagu ini memiliki kesamaan di irama baik intro ataupun badan lagu, lirik dari Saat Aku Lanjut Usia seakan menerjemahkan lagu When I’m 64 dari The Beatles. Lirik pertama dari band The Beatles isinya adalah When I Get Older Losing My hair yang serupa dengan lirik band d’masiv yaitu saat rambutku mulai rontok.

6. Titi DJ vs Garbage

Untuk kali ini, sebuah karya musik yang datang dari penyanyi solo juga diduga telah melakukan plagiat atas lagu band lain, yaitu Titi Dj. Walaupun lagu yang ia bawakan diciptakan langsung oleg Andi Rianto, tidak memungkinkan jika sang diva ini tidak mencampuri godokan karya lagunya. Lagu Titi Dj yang berjudul Sang Dewi ini memiliki kemiripan dengan lagu yang dibawakan oleh Garbage dengan judulnya Thw World Is Not Enought.Merinding, nggak?

7. Melly Goeslaw vs t.A.T.u, Bikin Tak Tahan Sesuai dengan Judulnya

Jika kalian pernah menonton film Eiffel I’m in Love, dapat dipastikan kalian sudah tahu lagu ini. Lagu ini menjadi soundtrack utama dalam film tersebut. Ya, 100 bagi kalian yang bisa menebak dengan benar lagu yang berjudul Tak Tahan Lagi dari Melly Goeslaw ini. Meski karyanya sudah tak bisa lagi dihitung dengan jari, Melly rupanya juga tak lepas dari tuduhan plagiasi, loh.

Lagu Tak Tahan Lagi disebut-sebut meniru karya duo asal Moscow, t.A.T.u. Duo yang terdiri dari si cantik Lena Katina dan si seksi Yulya Vokova ini debut pada tahun 1999, sedangkan lagu Not Gonna Get Us yang disebut-sebut sumber dari plagiasi karya Melly keluar pada tahun 2002. Jika diputar bergantian, kedua lagu ini bikin tak tahan untuk berteriak “gila mirip banget,” ya!

8. Radja vs Stevie Wonder

Penyanyi band yang selalu identik dengan kacamata hitamnya dan suara yang serak basahnya ini berasal dari Banjarmasin. Mereka sangat identik dengan judul lagu yang hanya terdiri dari satu kata. Salah satu judulnya adalah Tulus, yang dianggap banyak orang sangat mirip liriknya dengan lagu yang dibawakan oleh Stevie Wonder. Walaupun Radja sudah tidak didengar lagi mengenai kabarnya, tetapi karyanya tetap terngiang sampai saat ini. Sehingga, apabila kalian kembali mendengarkan lagu dari band yang satu ini berjudul Tulus, dapat dipastikan bahwa lagu yang dibawakan Stevie Wonder dengan judul Lately memiliki kemiripan yang tidak dapat terelakkan.

9. Kotak vs Keane, Coba Dengerin Reff-nya

Grup musik yang terdiri dari Tantri, Chua, dan Posan ini juga nggak kalah berkualitas dari band-band yang sudah disebutkan di atas. Pasalnya, meskipun memiliki vokalis seorang wanita, Kotak dapat bertahan di industri musik Indonesia hingga sekarang. Salah satu lagu yang terkenang di hati dan pikiran para pendengarnya adalah Selalu Cinta.

Selain lirik dan melodi yang tergabung dengan apik, video klipnya juga menusuk-nusuk hati hingga lubuk terdalam. Namun, jika kita mendengar lagu dari grup band asal Inggris, Keane, yang berjudul Everybody’s Changing tepat setelah lagu Selalu Cinta diputar, maka kita akan menemukan kesamaan pada bagian reffnya. Bener nggak?

10. The Changcuters vs Rolling Stone, No Comment, Deh!

Siapa yang nggak kenal The Changcuters? Grup musik asal Bandung yang beranggotakan 5 orang krempeng setipis lidi dan memiliki gaya rambut yang asoy geboy. Keluar pada tahun 2004 dengan gaya yang super nyentrik pastilah mereka mendapat perhatian penuh dari seluruh penikmat musik di Indonesia.

Namun, di sisi lain, banyak orang yang juga mengenal Rolling Stones. Musisi legendaris asal Inggris ini dijuluki sebagai batu yang menggelinding terus karena karyanya benar-benar tak akan dilupakan sepanjang masa. Nah, ternyata salah satu lagu The Changcuters memiliki intro yang sama, loh, dengan milik Rolling Stones. Coba kalian dengarkan Lelaki Idaman Wanita-The Changcuters dan Not Fade Away-Rolling Stones lalu temukan kesamaannya.

Musisi Legendaris Indonesia

Musisi Legendaris Indonesia – Untuk kamu yang lahir pada generasi 80-an sampai 90-an tentunya akan sangat merindukan lagu-lagu jadul atau tembang kenangan yang selalu setia dalam menemani ruang dengan di masa dulu. Pada kesempatan ini, penulis akan mengajak anda mengingat kembali dan bernostalgia mengenai beberapa penyanyi jadul dan para musisi yang legendaris dan cukup terkenal dari masa tersebut sampai saat ini.

Deretan Penyanyi Lagu Jadul dan Musisi Legendaris Indonesia:

1. Nicky Astria

Musisi Legendaris Indonesia

Nicky Astria atau bernama lengkap Nicky Nastitie Karya Dewi Lahir di Bandung pada 18 oktober 1967. Perupakan penyanyi rock wanita asli Indonesia. Talenya yang dimiliki Nicky ditemukan oleh gitaris rock senior bernama Ian Antono pada saat sebuah acara seni antar SMA. Dapat dikatakan ia adalah satu-satunya penyanyi rock wanita yang konsisten pada jalur musik rock. Hingga saat ini Nicky Astria  sudah merilis 17 album dan single.

Lagu hitsnya : Misteri Cinta, Uang, Jangan ada angkara,  Mengapa dan masih banyak lainnya. gaple online

2. Chrisye

Musisi Legendaris Indonesia

Penyanyi dengan nama lengkap Chrismansyah Rahadi, yang lahir di Jakarta, Indonesia, 16 September 1949 dan meninggal di Jakarta, Indonesia, 30 Maret 2007 pada umur 57 tahun. Chrisye, adalah seorang musisi legendaris asal Indonesia. Beliau mulai terjun dalam dunia musik saat masih di bangku SMA. Terkenalya dengan suaranya yang berkhas lembut dan kaku saat di panggung. Sepanjang karirnya, Chrisye telah merilis 31 album. Ia juga telah mengeluarkan banyak single dan beberapa diantaranya telah dijadikan sebagai soundtrack sinetron.

Lagu terkenalnya: Kisah kasih disekolah, Lilin-lilin kecil, badai pasti berlalu, galih & ratna dan masih banyak lainnya.

3. Rhoma Irama

Penyanyi yang akrab dikenal ssebagai Rhoma Irama ini merupakan musisi dangdut Indonesia yang alhir pada 11 Desember 1946 di Tasikmalaya. Beliau mendapatkan julukna sebagai Raja Dangdut. Sejak tahun 1970-an, Rhoma IRama sudah menjadi penyanyi terkenal sesudah merasakan jatuh bangunnya dalam berkiprak di dunia band musik. Rhoma irama membentuk soneta pada 13 oktober 1973,  Ia tercatat mendapat penghargaan 11 golden record dari kaset-kasetnya.

Beliau adalah seorang musisi dangdut yang sangat sukses dalam mengumpulkkan penggemarya. Seringkali dalam konsernya  banyak sekali penonton yang sampai pingsan karena padatnya jumlah penonton.cDi sepanjang karirnya ia telah mengeluarkan lebih dari 100 album dengan 1000 tembang lagu dangdut .

Lagu terhitsnya: Haram, Melodi Cinta, Bahtera Cinta, Pantun Cinta dan masih banyak lainnya.

4. Ahmad Albar

Ahmad Albar telah sukses dengan grup band yang menjadi legendaris yaitu Goodbless dan Gong.

Bersama Goodbless, Ia menemukan masa keemasan. Ia semakin terkenal karena kolaborasinya pada grup band ini yang termasuk produktif sampai mudah diterima di pasar. Selama karirnya ia bersama Goodbles sukses meluncurkan 8 album dan Gong 4 album.

Lagu hitsnya: Bis kota, Semut hitam, Cermin, Raksasa, dan masih banyak lainnya.

5. Benyamin Sueb

Penyanyi yang lahir di Jakarta tanggal 5 Maret 1939 dan telah meninggal di Jakarta pada tanggal 5 September 1995 yang tutup usia 56 tahun yang berprose sebagi pemeran film, dan juga pelawak. Benyamin telah menghasilkan sebanyak 75 album musik dan 53 film. Seniman yang multitalenta ini sudah terkenal bakatnya sedari kecil. Darah seninya diturunkan dari keduqa kakenya, Saiti sebagai seorang peniup clarinet dan haji ung pemain Dulmuluk. Kesuksesan pada jalur musik inilah dimulai dengan bergabungnya Benyamin dalam grup Naga Mustika. Di grup inilah yang menjadikan nama Benyamin begitu famous sebagai penyanyi Indonesia Bahkan Ia juga sukses di dunia film.

Lagu Populer: Kompor meleduk, Begini begitu, Jangkrik genggong dan masih banyak lainnya.

Fimografi: Tarzan Pensiunan, Biang Kerok, Benyamin Tukang Ngibul, Si Doel anak sekolahan dan lainnya

6. Gito Rollies

Gito merupakan kelahiran 1 November 1947 dan meninggal di Jakarta, 28 Februari 2008 usia 60 tahun. Ia merupakan penyanyi sekaligus pemeran film di Indonesia. Perjalanan karir dan musik Gito dipenuhi warna warni. Awal karir hingga sukses dijalur musik rock yang hedonistik sampai akhirnya berhijrah ke dunia religius  hingga akhir hayatnya.

Sepanjang karirnya telah merilis 10 album lebih

Lagu populer: Cinta yang tulus, Kartika, Nona, Permata hitam dan masih banyak lainnya.

7. Poppy Mercury

Untuk kalian yang lahir di generasi 90-an ini pasti sudah mendengar nama Poppy MMercury. Ia memiliki suara khas yang merdu. Namun sayang, ia telah meninggal pada usia yang masih muda yaitu diumur 21 tahun disebabkan sakit maag dan juga radang tenggorokan. Poppy mercury dikenal memiliki pribadi yang sederhana. Untuk single pertama dan yang membuat dia populer di masyarakat yaitu judul lagunya Terlalu Pagi yang diilis tahun 1990. Ia juga sempat bergabung dengan penyanyi Malaysia Sallem iklim dengan lagunya yang berjudul Fantasia bulan madu dan Suci dalam debu. Di sepanjang karirnya ia sukses mengeluarkan 7 album dan 10 single.

Lagu populer: Suci dalam debu, satuh hati kami, surat undangan, antara jakarta dan penang, dan masih banyak lainnya.kanla

8. Nike Ardilla

Raden nike ratnadilla atau yang kita kenal dengan Nike Ardilla. Ia adalah seorang penyanyi kelahiran Bandung, saat masih muda ia sukses dalam berkarya di bidang musik. Nike lahir di tanggal 27 desember 1975 dan meninggal pada 19 maret 1995. Ia meninggal akibat kecelakaan mobil yang di alaminya. Kesuksesan dalam karirnya dipengaruhi oleh sosok Deddy Dores. Hampir seluruh lagu yang dibawakannya menjadi ciptaan Deddy. Lagu Bintang Kehidupan telah sukses membawanya menjadi penyanyi top di tahun 90-an. Di sepanjang karirnya ia sudah mengeluarkan 12 album dan 30 single.

Lagu populer: Bintang Kehidupan, Suara hatiku, Sandiwara cinta, Nyalakan api dan masih banyak lainnya.

9. Iwan Fals

Bernama lengkap Virgiawan Listanto alias Iwan Fals yang lahir di jakarta pada 3 september 1961. Ia adalah penyanyi yang beraliran pada musik pop dan juga country. Bakat musiknya sudah ia kembangkan sedari umur 13 tahun. Setelah pulang sekolah Iwan sering menghabiskan waktunya dengan mengamen di bandung.Selanjutnya Iwan pergi untung berjuang nasib di Jakarta, dan ia diajak bersama seorang produser. Sepanjang kariernya iwan fals telah merilis 44 album, 15 single, 36 kompilasi, dan 84 lagu tidak beredar.

Lagu terkenalnya hingga saat ini adalah Ibu, oemar bakri, sarjana muda dan masih banyak lainnya.

10. Tommy J Pissa

Tommy J pissa adalah penyanyi yang populer di era 80 an hingga awal 90 an. Penyanyi asal Palembang ini memiliki suara khas dan lagunya yang sentimental.

Lagu “Di batas Kota ini” dan “Biarkan Aku Menangis” merupakan lagu yang terpopuler pada era 1983 hingga 1992. Tommy juga pernah merilis 3 album dangdut yaitu Nasib pengamen, Dia sahabat karibku, dan Air mata perpisahan.

Sepanjang karirnya Tommy J pissa telah merilis 10 album dan 2 single

Lagu populer: Di batas kota ini, Nahkoda Cinta, Tragedi pengantin reaja, dan masih banyak lainnya.10. Tommy J Pissa

Tommy J pissa adalah penyanyi yang populer di era 80 an hingga awal 90 an. Penyanyi asal Palembang ini memiliki suara khas dan lagunya yang sentimental.

Lagu “Di batas Kota ini” dan “Biarkan Aku Menangis” merupakan lagu yang terpopuler pada era 1983 hingga 1992. Tommy juga pernah merilis 3 album dangdut yaitu Nasib pengamen, Dia sahabat karibku, dan Air mata perpisahan.

Sepanjang karirnya Tommy J pissa telah merilis 10 album dan 2 single

Lagu populer: Di batas kota ini, Nahkoda Cinta, Tragedi pengantin reaja, dan masih banyak lainnya.

Musisi Indonesia Sukses Mencapai Go International

Musisi Indonesia Sukses Mencapai Go International – Go International merupakan dua kata yang menjadi impian dari sebagian besar musisi Indonesia. Setiap musisi tanah air selalu berkeinginan untuk dikenal di seluruh negara. Tidak tanggung-tanggung bahwa seluruh musisi berupaya untuk dapat mewujudkan impian tersebut. Tetapi, terdapat juga sebagian musisi Indonesia yang karirnya cukup terbilang mulus di kancah Internasional. Untuk kali ini, kita akan membahas mengenai 10 musisi Indonesia yang berhasil dan Go International.

Sebagian nama-nama ini pasti sudah familiar bagi Anda. Namun, beberapa musisi tersebut namanya tidak begitu terkenal di telinga anak milenial. Berikut musisi-musisi keren yang pernah mencicipi dunia Internasional.

1. Daniel Sahuleka Pria berambut panjang dan keriting ini merupakan musisi berdarah Ambon yang sukses membangun karir bermusiknya di Belanda.

Musisi Indonesia Sukses Mencapai Go International

Ia merupakan penyanyi yang memulai debutnya di tahun 80. Lagunya dnegan judul Don’t Sleep Away The Night merupakan single pertamanya yang langsung mendapatkan sambutan meriah dari Belanda atau Indonesia. Walaupun ia telah tinggal lama di Winterswijk, Belanda, Daniel tetap mencintai Indonesia. Pria yang dilahirkan dan dibesarkan di Semarang ini sempatcbeberapa saat datang ke Indonesia. Ia juga pernah menyumbangkan uangnya untuk para korban Gunung Merapi di tahun 2010.

2. Dira Sugandi

Musisi Indonesia Sukses Mencapai Go International

Sebelum ia tampil pada penutupan acara ceremony Asian Game tahun 2018, kaum milenial mungkin tidak menyangka bahwa sosok tersebut ialah Dira Sugandi. Wanita yang lahir tanggal 29 Juli 1979 ini merupakan penyanyi Jazz yang begitu sukses dalam dunia musik Internasional. Ia mengadakan kerja sama dengan produser terkenal Incognito, Jean-Paul “Bluey” Maunick dalam merilis album solonya dengan judul “Something About The Girl” Prestasi yang diraihnya saat Go International semakin menjadi kuat karena pengalamannya berkolaborasi dengan Keith Martin di Bandung pada tahun 2005 dan juga Jason Mraz tahun 2009.

Bahkan, suara indah Dira pun sempat diakui oleh pentolan boyband Super Junior, Donghae, yang mengirimkan direct message kepada Dira yang berisi: “Hi!! I’m Super Junior Dong hae Lee!! I love ur song!! Ur stage was wonderful inspiration to me!!”

3. The S.I.G.I.T.

Tak ada yang menyangka bahwa sebuah band indie memiliki karir yang jauh lebih sukses dibanding band nasional. Ya, The S.I.G.I.T. adalah salah satu band indie yang mendapat kesempatan untuk go international.

Pada awalnya, band ini mencoba mempromosikan lagunya dengan memanfaatkan teknologi yang sedang happening saat itu, seperti MySpace, Friendster, Facebook, dan lain-lain. Melalui promosi di dunia maya tersebut lagu mereka didengar oleh salah satu label rekaman dari Australia. Pihak label pun menawarkan mereka untuk membuat album The S.I.G.I.T. yang akan diedarkan di Australia.

4. White Shoes and the Couples Company

Jauh dari kata “kekinian”, musisi Indonesia yang Go International ini malah bergaya vintage era tahun 70-an. Bahkan, musik yang mereka bawakan pun berada di jalur retro dengan campuran klasik dan swing jazz yang disisipi tone era 70-an. Ya, mereka adalah White Shoes and the Couples Company.

Musik unik yang dibawakan membuat mereka mendapat kesempatan untuk dikontrak oleh label rekaman Amerika Serikat, Minty Fresh Record. Album White Shoes and the Couples Company dirilis di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Australia, dan Jepang. Bahkan, mereka adalah satu-satunya band dari Indonesia pertama yang dikontrak oleh perusahaan musik Amerika.

5. Rich Brian

Musisi asal Indonesia yang satu ini sudah Go International sekaligus menjadi seseorang yang telah diidolakan kaum milenial dengan musik-musik yang dihadirkannya. Rich Brian atau Brian Imanuel ini memang mendapatkan kesempatan untuk Go Internasional secara tidak sengaja. Pada awalnya ia membuat satu video dengan judul lagunya Dat Stick dan mengunggahnya di Youtube. Namun tidak disangka, bahwa lagu ciptaanya tersembut disambut positif dari musisi dunia seperti 21 Savage, Desiigner, Tory Lanez, Ghostface Killah, MadeinTYO, dll. Saat ini, pria yang sudah tinggal di Los Angeles ini bergabung pada label rekaman 88 rising. Ia juga telah berkolaborasi dengan musisi International, diantaranya 21 Savage dan XXXTentacion. Brian pun pernah mendapatkan sebuah surprise ulang tahun dari rapper terkenal yaitu Post Malone.

6. Anggun C.Sasmi

Ia adalah salah satu penyanyi Indonesia yang telah bekerja keras dalam meniti karir musiknya di Eropa. Usaha yang dilakukan oleh Anggun tidak sia-sia dikarenakan dirinya sudah dikenal publik Perancis. Wanita yang telah menjadi brand ambasaddor produk shampo ini juga telah memiliki sekitar sebelas album lebih album dalam bahasa Inggris dan Pwerancis. Anggun pun pernah didaulat oleh saluran TV publik, France Télévisions, sebagai wakil Perancis untuk Kontes Lagu Eurovision 2012, kompetisi musik terbesar di Eropa yang diikuti 40 negara. Walaupun ia terbilang sukses di International, ia tetap mencintai Indonesia. Wanita yang sempat menjadi juri dalam pencarian bakat Asia’s Got Talent bersama David Foster dan Vannes Wu ini juga sering mengunjungi tanah airnya, Indonesia.

7. Angger Dimas

Tak hanya penyanyi solo atau grup band tanah air saja yang dapat sukse meniti karirnya mencapai Go International, namun terdapat juga Dj tanah air yang mencicipi kesuksesannya pada dunia Internasional yaitu Angger Dimas. Pria yang llahir pada tanggal 1 Maret 1998 ini sempat bergabung dengan label rekaman asal Australia, Vicious Recordings, di tahun 2009. Ia juga sempat membuka tur pada sejumlah DJ international diantaranya Avicii dan Laidback Luke. Tidak tanggung-tanggung, Dimas juga sempat berkolaborasi dengan Steve Aoki dan Iggy Azalea pada lagu “Beat Down”.

Prestasi yang didapatkannya juga dibuktikan pada kesempatan saat tampil di Tomorrowland, yaitu salah satu festival musik terbesar dunia. Ia juga sempat berkolaborasi dengan Steve Aoki dan Dimitri Vegas & Like Mike di panggung utama Tomorrowland.

8. Gugun Blues Shelter.

Band Indie yang seringkali membawakan lagu dengan genre blues ini memang layak masuk ke dalam daftar musisi Indonesia yang Go International. Bagaimana tidak, band yang populer dengan lagunya yang berjudul “Set My Soul on Fire” dan “When I See You Again” telah sukses manggung pada klub ternama di Inggris, The Monto Water Rats London. Klub ini juga sempat menjadi tempat debut awal Oasis pada tahun 1994 dan Bob Dylan di tahun 1962. Sesudah meraih kemenangannya pada Festival Hard Rock Calling, Gugun Blues Shelter juga mendapat kesempatan untuk menjadi pembuka acara di konser Bon Jovi.Ia bermain di lokasi venue legendaris, Hyde Park dan turut berkolaborasi dengan musisi ternama dunia diantaranya adalah The Killers dan Rod Stewart.

9.Joey Alexander

Bisa dikatakan bahwa Joey Alexander adalah musisi termuda yang masuk dalam daftar musisi Indonesia yang Go International versi Bacaterus. Pianis muda ini mendapat kesempatan tampil di Grammy Awards 2016, panggung yang sama dengan yang dipakai oleh Adele, Taylor Swift, Bruno Mars, dan Ed Sheeran.

Tak hanya sekedar tampil, Joey Alexander berhasil masuk dalam nominasi Grammy Awards 2016, yakni Best Instrumental Jazz Album dan Best Jazz Solo Improvisation. Album debutnya “My Favorite Things” berhasil masuk dalam chart Billboard 200 Amerika Serikat.

10. Agnez Mo

Save the best for last. Mungkin inilah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perjuangan penyanyi cantik ini di dunia musik internasional. Agnez memperoleh nama besarnya dengan usaha yang cukup keras. Setelah memiliki banyak penggemar di tanah air, mantan penyanyi cilik ini mulai menapaki karir bermusiknya di luar negeri. Agnez pun lebih banyak menghabiskan waktunya di negeri Paman Sam untuk meniti karirnya.

Agnez pernah berkolaborasi dengan Timbaland dan T.I. melalui lagu “Coke Bottle”. Di tahun 2018, ia juga berkolaborasi dengan Chris Bown lewat lagu “Overdose” Nah, gebrakan apalagi yang akan dibuat oleh penyanyi cantik ini? Kita tunggu saja karya gemilang lainnya dari seorang Agnez Mo..

Perjalanan Musik Keroncong Di Indonesia

Perjalanan Musik Keroncong Di Indonesia – Hampir keseluruhan generasi modern tidak mengenal musik Keroncong, yang ketinggalan zaman dan membuat sakit kepala. Melestarikan musik Keroncong hampir mendekati kepunahan, tidak tersentuh sama sekali industri musik saat ini.

Hanya segelintir masyarakat yang sudah memiliki umur diatas 50-an masih setia mendengarkan ‘laras’ Keroncong

Dan siapa nyana Keroncong bukan asli musik Indonesia, adalah bangsa Portugis yang mengusung pada abad ke 12 saat datang ke tanah Jawa. Tetapi, mereka membawa bibit Keroncong pada abad ke 16, pada saat  Belanda menjajah ke Indonesia untuk menguasai Malaka (Ade Soekino, 1995, Pangeran Jayakarta)

Pada abad ke 16 inilah, bangsa Portugis sebagai budak bebas jaman pendudukan Belanda di Indonesia yang bermukim sekitar Cilincing atau Kampoeng Toegoe membawa pengaruh fado ke Indonesia. Fado merupakan tradisi tutur dalam bermusik di Portugis. Di saat masa senggang mereka memainkan musik dan bernyanyi dengan irama yang lambat diikuti rajao (gitar kecil berdawai lima), biola, gitar, cello, dua jenis ukulele (cak dan cuk), rebana dan suling.

Perjalanan Musik Keroncong Di Indonesia

Keunikan Keroncong salah satunya yaitu mempunyai bunyi cak, cuk dan cello. Cak dan cuk-lah khas dari Keroncong ini dengan suara creng-crongnya, cak dan cuk pula yang merupakan evolusi dari croucho ini.

-Masa Keroncong Modern (1960-2000)

Perkembangan keroncong hanya pada daerah Solo dan sekitarnya, tetapi datang bermacam gaya baru yang berbeda dengan Masa Keroncong Abadi (termasuk musisinya), dan merupakan pembaruan sesuai dengan lingkungannya.

Mulai Masa keroncong modern (1960-2000) semua aturan baku (pakem) Musik Keroncong tidak berlaku, karena mengikuti aturan baku (pakem) Musik Pop yang berlaku universal, misalnya tangga nada minor, moda pentatonis Jawa/Cina, rangkaian harmoni diatonik dan kromatik, akord disonan, sifat politonal atau atonal (pada campursari), tidak megenal lagi pakem bentuk keroncong asli atau stambul, ada irama nuansa dangdut (congdut), mulai tahun 1998 musik rap mulai masuk (Bondan Prakoso), dlsb.

Berkembangnya musik Keroncong pesat di wilayah Jawa hingga melahirkan Langgam Jawa

Perpaduan musik asli Keroncong dengan sentuhan sitar dan gamelan lalu dinyanyikan dengan lagu-lagu bernuansa tradisional Jawa

– Langgam Jawa

Bentuk adaptasi keroncong terhadap tradisi musik gamelan dikenal sebagai langgam Jawa, yang berbeda dari langgam yang dimaksud di sini. Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan instrumen antara lain siter, kendang (bisa diwakili dengan modifikasi permainan cello ala kendang), saron, dan adanya bawa atau suluk berupa introduksi vokal tanpa instrumen untuk membuka sebelum irama dimulai secara utuh. Tahun 1968 Langgam Jawa berkembang menjadi Campursari.

Umumnya mempunyai struktur lagu pop yaitu A – A – B – A atau juga A – B – C – D dangan jumlah 32 birama. Lagu Langgam Jawa yang populer sejak tahun 1958 adalah ciptaan Anjar Any (1936-2008):

Yen Ing Tawang Ana Lintang (Tawang dalam Bahasa Jawa berarti: awang-awang, langit, dan makna lain nama suatu desa di Magetan, Kalau di Langit Ada Bintang). Langgam Jawa terkenal pertamanya oleh Waljinah yang pernah meraih juara tingkat pendidikan SMP di RRI Solo tahun 1958.

Semenjak tahunnya revolusi Keroncong menjadi tonjolan musik perjuangan dengan melahirkan Maestro Gesang ‘Bengawan Solo’, sampai tercapailah perjalanannya musik Keroncong pun menerbitkan nama-nama Legendaris : Ismail Marzuki, Kusbini, Mantous, Tan Tjeng Bok,  Mus Mulyadi, Hasbi dan penyanyi wanita muda Sundari Soekotjo.

Perjalanan Musik Keroncong Di Indonesia

– Keroncong Beat

Dimulai oleh Yayasan Tetap Segar oleh Rudi Pirngadie, di Jakarta pada tahun 1959 dan dapat mengiringi lagu barat pop (mau melangkah lebih bersifat universal). Pada waktu itu Idris Sardi ikut tur ke New York World’s Fair Amerika Serikat dengan biola tahun 1964 dengan maksud mau memperkenalkan lagu pop barat (I left my heart in San Fransico, pada waktu itu tahun 1964 lagu ini merupakan salah satu hit di dunia) dengan iringan keroncong beat, namun dia kena denda melanggar hak cipta akibat tanpa izin.

Dengan Keroncong Beat maka berbagai lagu (bukan dengan rangkaian harmoni keroncong, termsuk kunci Minor) dapat dinyanyikan seperti La Paloma, Monalisa, Widuri, Mawar Berduri, dll.

– Campur Sari

Di Gunung Kidul (DI Yogyakarta) dimulai tahun 1968 Manthous mengenalkan gabungan musik gamelan dan musik keroncong, yang selanjutnya dikenal sebagai Campursari. Sekarang daerah Solo, Sragen, Ngawi, dan sekitarnya, dikenal sebagai pusatnya para artis musik campursari.

– Keroncong Koes-Plus

Koes Plus dikenal sebagai pemula musik rock di Indonesia, Dimulai sekitar tahun 1974 juga berjasa dalam musik keroncong yang rock. Keroncong Pertemuan adalah Keroncong Koes Plus dengan jenis bentuknya campuran (dalam bahasa Belanda dikenal vorm atau Inggris- combine form) antara Stambul II dengan langgam Keroncong.

– Keroncong Dangdut (Congdut)

Keroncong dangdut (Congdut) yaitu jawaban terhadap memuncaknya pengaruh musik dangdut dalam musik populer di Indonesia sejak 1980-an. Seiring dengan menguatnya campur sari di pentas musik populer etnis Jawa, sejumlah musisi, konon dimulai dari Surakarta, memasukkan unsur beat dangdut ke dalam lagu-lagu langgam Jawa klasik maupun baru. Didi Kempot adalah tokoh utama gerakan pembaruan ini. Lagu-lagu yang terkenal antara lain Stasiun Balapan, Sewu Kuto.

Masa Keroncong Modern adalah era kejayaan musik keroncong, di mana terdengar di mana-mana jenis musik yang telah disebut di atas seperti Langgam Jawa, Keroncong Beat, Campursari, koes Plus dan terakhir dengan Congdut dari Didi Kempot, hingga ke Suriname dan Belanda (2004-2008). Konon, ini merupakan puncak kejayaan Musik Keroncong, sehingga Gesang khawatir bahwa keroncong akan mati (2008, ucapan dia sebelum wafat).

– Masa Keroncong Millenium (2000-kini)

Walaupun musik keroncong di era millenium belum menjadi bagian dari industri musik pop Indonesia, tetapi beberapa pihak masih mengapresiasi musik keroncong. Keroncong Merah Putih, kelompok keroncong berbasis Bandung, masih cukup aktif melakukan pertunjukan. Selain itu, Bondan Prakoso dan grupnya Bondan Prakoso & Fade 2 Black, menciptakan komposisi berjudul “Keroncong Protol” yang berhasil memadukan musik gaya rap dengan musik latar belakang irama keroncong. Sejak tahun 2008, Solo Internasional Keroncong Festival, Harmony Chinese Music Group membuat suasana baru  dengan mencampurkan unsur alat musik tradisional Tionghoa dan memberinya nama Keroncong Mandarin.

Bahkan kini musik keroncong dapat dijadikan sebagai pertunjukan budaya di kancah internasional. Para turis yang berkunjung ke daerah seperti Yogyakarta, Jakarta, atau daerah Jawa lainnya selalu penasaran dan tertarik akan musik keroncong yang terkadang disajikan pada suatu konser besar, bahkan hingga pengamen jalanan saat ini sudah sangat kreatif dalam melakukan aksinya dengan mencampurkan musik keroncong dan jenis musik lainnya. Namun tak jarang juga saat ini anak-anak remaja kurang menyukai musik satu ini karena merasa tidak kekinian. Tetapi, kita harus tetap bangga dan melestarikan musik keroncong ini.

Grup Band Indonesia Di Dunia Internasional

Grup Band Indonesia Di Dunia Internasional – Perjalanan musik di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat pada dua dekade terakhir ini. Hal ini juga yang mengakibatkan banyaknya musisi dan juga band yang semakin berani tampil dan memperoleh banyak prestasi besar dalam musik nasional atau Internasional.

Tidak sedikit juga banyak band dan juga musisi Indonesia yang memiliki prestasi di negara lainnya. Tentunya deretan musisi ini juga harus diberikan apresiasi dan didukung sepenuhnya. Kami sudah merangkumkan beberapa band yang melebarkan sayapnya sampai ke luar Indonesia dan memperoleh hasil prestasi yang membanggakan. Bisa jadi salah satunya adalah band idola kamu.

1. Shaggy Dog

Grup Band Indonesia Di Dunia Internasional

Band asal Yogjakarta satu ini terbentuk di tahun 1997 ini terkenal di luar negeri. Band ini menyatakan bahwa musik yang dimilikinya beraliran Doggy Style, dengan perpaduan antara reggae, jazz, sia, sang dan juga musik rock. Nama band ini mulai berkiprak dan sering tampil pada konser musik di Eropa dan Amerika Serikat. Pada beberapa acara mjsik di Belanda juga seringkali mereka datangi untuk memperkenalkan musik yang mereka miliki. Sampai saat ini Shaggy Dog masih terbilang band yang eksis dan akan terus berkarir.

2. Mocca

Grup Band Indonesia Di Dunia Internasional

Perjalanan karir band Mocca memnag terus bersinar dan menguatkan dirinya sebagai salah satu band indie asal Indonesia yang telah diakui di luar negeri. Dengan lagu-lagu yang dibuatnya ke dalam bahasa Inggris ini menjadi modal utama untuk musik mereka semakin terkenal dalam penggemar barunya selain masyarakat Indonesia. Dengan menghadirkan sentuhan musik Jazz, kwee pop, dan suasana layaknya tahun 60-an sudah menjadi ciri khas dari grup band yang satu ini. Tidak mengherankan apabila Mocca mempunyai fans dan karier yang cukup baik di wilayah Asia dan Eropa. Perusahaan rekaman di Jepang telah mengadakan kontrak dengan band Mocca ini untuk memasukkan satu lagu pada album mereka dan terdapat juga iklan di Korea yang memakai lagu Mocca dan publik pun sangat menyukainya.

3. THE S.I.G.I.T

S.I.G.I.T adalah singkatan dari The Super Insurgent Group Intemperance Talent. Band yang dibentuk tahun 2002 ini menggunakan teknologi internet untuk mempromosikan karya-karya mereka. Ternyata salah satu label di Australia tertarik dan mengontrak mereka untuk membuat album versi Australia. Setelah itu karier band ini menanjak dan sering mendapat tawaran manggung di Australia, Amerika, dan Eropa.

4. White Shoes And The Couple Company

 Apabila kamu mendengarkan musik dariband ini, kamu akan merasakan nostalgia seperti jaman dulu. Ciri khas dari lagu yang dibawakan mereka adalah seperti lagu di tahun 70-an dengan dandanan retro yang menjadikan band tersebut sangat manis saat tampil di panggung. Sesudah menandatangani kontrak kerja sama dengan Minty Fresh Record yaitu sebuah label rekaman asal Amerika Serikat, Album White Shoes and The Couple Company pun di rilis di Amerika Serikat, Meksiko, Kanada, Australia, dan Jepang. Band ini menjadi semakin padat mendapat tawaran manggung di luar negeri.

5. Nidji

Mungkin para kaum milenial sudah tidak asing lagi dengan grup band yang satu ini. Band yang semakin meledak karena mengeluarkan single barunya berjudul Laskar Pelangi ini juga mulai menjajaki pasar Internasional. Telah dibuktikan bahwa mereka sukses dalam menelurkan album Victory Liberty yang juga memiliki kaitannya dengan klub pesepak bola Manchester Uniteed di Inggris dalam beberapa waktu lalu dan mengadakan konser Fly Fun With Nidji. Band ini juga seringkali diundang untuk dapat tampil di Australia dan sebagian negara Asia. Hal ini juga yang mengakibatkan salah satu provider Indonesia seperti Smartfren melakukan kerja sama dengan Nidji dalam membuat sayembara mengcover lagu Nidji yang aat itu diadakan pada bulan Februaru sampai bulan Mei 2016.

 6. Burgerkill Kamu yang anak metal pasti taulah sama Burgerkill.

Band yang berasal dari Bandung ini menggunakan genre Metalcore yang dipadukan dengan Death Metal. Perjalanan karir mengenai band yang satu ini dapat dikatakan memang cukup panjang. Sesudah mendapatkan tawaran dari label rekaman Indie di Malaysia pada tahun 1999, Burgerkill memperoleh dukungan dari Puma, yaitu salah satu produk olahraga ternama di Amerika sebagai artis endorsement.

Band ini juga seringkali tampil pada acara bergengsi di luar negeri dan seringkali beada pada satu panggung dengan band metal terpopuler lainnya seperti The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying, dan Himsa. Prestasi yang mereka peroleh saat ini merupakan penghargaan dari Metal Hammer Magazine dalam kategori Metal As Fuck di Inggris yang mengalahkan band metal lainnya.

7. Superman Is Dead

Band yang berasal dari Bali ini mulai populer di publik secara luas sesudah mengeluarkan albumnya yang ke 4, Kuta Rock City yang telah dirilis oleh Sony BMG di tahun 2003. Padahal album pertama yang mereka keluarkan sudah tersebar luas ke Australia terlebih dahulu di tahun 1997. Dengan memakai lirik lagu bahasa Inggris dan musik yang iramanya keras namun mudah didengar, menjadikannya tidak sulit untuk SID diterima secara positif oleh penggemar musik.

Mereka juga menyampaikan pesan yang positif dan berjiwa nasionalisme dalam beberapa lagu yang mereka ciptakan. Di tahun 2009 SID, telah sukses mendapatkan kesempatan dalam melakukan konser pada 16 kota di Amerika Serikat. Sebuah konser yang menjadi ajang promosi pulau Bali dan Indonesia diterima dengan sangat positif. Jadi tunggu apa lagi?

Dengan adanya kehadiran Generasi 4G yang memudahkan geerasi muda di Indonesia dalam membentuk kreativitasnya. Teknologib ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membuat karya yang mengharumkan nama bangsa, bisa dimulai dengan mencoba mengcover salah satu lagu dari Nidji. Siapa tau kalian akan menjadi famous di dunia perYoutube-an. keren banget kan! Kalo 7 band di atas saja bisa berkarya dan berprestasi, kenapa kita nggak?

Kalo kamu pengen liat beberapa band tadi di acara lokal, mungkin kamu bisa ikutan gabung di acara roadshow #Generasi4G day yang digelar oleh Smartfren meliputi 4 kota yaitu Bekasi (Summarecon Mall) 3 April, yogyakarta (Jogja City Mall) 17 April, Bandung (Cihampelas Walk Bandung) 1 Mei, dan Surabaya (Surabaya Town Squre). Dalam acara itu bakal ada bagi-bagi 100 Andromax gratis dan penampilan band idola kamu Nidji, Mocca, dan penyanyi cantik Raisa.

8. Sore

Band beraliran psycedhelic yang beranggotakan 5 pria ini

bisa dibilang cukup unik, semua personilnya memainkan alat secara kidal. Band asal Jakarta yang telah menelurkan dua album ini pernah tampil di Malaysia dan berhasil memikat para penonton di sana. Bahkan, Majalah TIME Asia memasukkan nama Sore ke dalam daftar “Lima Band Asia yang Albumnya Layak Dibeli”.

9. The Trees And The Wild

Band indie pop asal Bekasi ini berangkat ke Eropa kemarin Selasa 18 September 2012. Mereka dijadwalkan akan menggelar konser di 7 kota di beberapa negara, diantaranya Hamburg, Helsinki, Telakka, Tampere, Tartu, Tallinn.

Sejarah Hadirnya Musik Dangdut Di Tanah Air

Sejarah Hadirnya Musik Dangdut Di Tanah Air – Saat ini musik terdiri dari berbagai macam  genre. Namun dari negara kita Indonesia ini, musik dangdut lebih khas dikenal oleh masyarakat luas. Segala usia saat ini menyukai musik dangdut, bahkan tak jarang penyanyi pop saat ini mencampurkan alunan lagu popnya dengan musik dangdut. Untuk lebih lengkapnya mari kita simak tentang sejarah dan perkembangan musik dangdut indonesia.

Musik populer yang namanya diambil dari suara kendang, alat musik serupa tabla di India tetapi lebih sederhana, memang terbukti hingga saat ini tak lekang oleh zaman. Oma Irama (71) adalah sosok seniman genius yang namanya akan selalu lekat dengan bentuk kesenian ini. Jika saat ini orang mengenal dia sebagai Rhoma Irama itu adalah sebutan kehormatan bagi dia dengan menyertakan dua kata ‘raden’ dan ‘haji’ di depan namanya. Rhoma Irama, lepas dengan segala kekurangannya, adalah sosok penyanyi, komposer, pencari bakat, produser musik dan film, ideolog, hingga pelestari musik dangdut yang namanya mungkin akan selalu dicetak dalam tinta emas sejarah Indonesia.

Sejarah Hadirnya Musik Dangdut Di Tanah Air

Mathew Cohen (2006), peneliti seni pertunjukan Indonesia mencatat, leluhur musik dangdut berasal dari orkes keliling yang melawat dari Malaya (Malaka), kemudian Medan, Singapura, Bukittinggi, Jakarta, Semarang, hingga Surabaya. Pertunjukan orkes keliling itu dikenal dengan nama Stambul, sebuah penamaan yang identik dengan budaya kosmopolitan di akhir abad 19 yang dekat dengan warna-warna klasik Imperium Usmaniah dengan ibu kotanya, Istambul.

Orkes-orkes ini memainkan musik dengan seperti yang biasa dipertunjukkan dalam pentas-pentas di London, Paris, Istambul, Damaskus, hingga Kairo yang memadukan mini orkestra, dengan biola, picolo, piano, gitar, akordeon, dan tambur tentu saja dengan aksentuasi Melayu. Di Jakarta para pemain orkes bereksperimen dengan musik-musik rekaman dari India dan mencampurkan cengkoknya dengan nada Melayu.  Lagu-lagu semacam “Selayang Pandang”, yaitu hasil dari iklim Melayu-Deli yang diputar di Medan-Malaya. Sedangkan lagu seperti “Terajana” dan “Purnama” adalah warna-warna India yang berkembang di Jakarta. Sementara itu, “Seroja” yang dibawakan oleh penyanyi berdarah Hadramaut, Said Effendi, asal Bondowoso, memberi warna padang pasir. Bagi generasi 80-an hingga 90-an, siaran radio legendaris dari ABC Australia yang biasa dibawakan oleh Nuim Haiyat adalah pengobat rindu diputarnya lagu-lagu ini.

Hingga munculnya politik konfrontasi dengan Malaysia, pada periode awal 60-an, sesungguhnya pertalian ekspresi kebudayaan dua bangsa serumpun adalah saling memajukan satu sama lain. Setelah pelarangan lagu barat dan lagu ngak-ngik-ngok, muncullah sekat-sekat pemisahan.

Zaman Klasik

Ciri khas musik dangdut generasi yang pertama dari penyanyi dan seniman yang mulai maju di tahun 50-60-an adalah irama yang mereka sebut sebagai ‘chalte’. Chalte atau calte adalah irama memukul gendang gaya India yang bisa dicermati dengan bunyi ‘tak-tung, dang-dut, …. tak-tung, dang-dut’. Cara memukul gendang seperti ini yang paling banyak didapati dalam rekaman-rekaman artis, seperti Ellya Khadam, A Rafiq, Ida Laila, Oma Irama.

Sejarah Hadirnya Musik Dangdut Di Tanah Air

Rhoma Irama-lah yang menasbihkan kata ‘dangdut’. Lagu “Terajana” adalah cara Rhoma Irama membalas cemoohan dari kelompok lain yang menganggap musiknya kampungan. “Dangdut suara gendang … rasa ingin berdendang..” Petikan lagu itu adalah kata yang pertama muncul istilah dangdut yang kemudian menjadi label pada genre ini.

Jika warna irama melayu masih kental dalam rekaman lagu-lagu Meggy Zakaria, pada periode 60-70-an, Rhoma Irama tidak berhenti di sana. Kembali pada dialog dengan grup-grup musik lain yang bergenre hard rock atau funk, Rhoma Irama mencampurkan komposisi musiknya dengan sentuhan perkusi John Bonham dari Led Zeppelin dalam lagu “Pertemuan” atau sayatan gitar Ritchie Blackmore dalam lagu “Ghibah”.

Rekaman dan Pita Kaset

Memasuki masa 80-an hingga 90-an  kepeloporan Rhoma Irama masih sangat kuat, tetapi karena keputusannya untuk mengambil sikap politik yang berbeda membuat dia tidak bisa tampil di televisi nasional. Pada periode inilah musik dangdut yang dibawakan oleh Meggy Zakaria, Mansyur S, Muhsin Al Atas, Elvy Sukaesih, hingga Camelia Malik mengisi popularitas di televisi.

Kembali ke Komunitas

Sebenarnya ada berbagai macam perubahan dalam dunia musik rekaman sebelum kemunculan kategori dangdut ini. Periode 80-an hingga 90-an awal adalah periode keemasan dunia musik rekaman yang menggunakan pita kaset. Perkembangan teknologi komputer belum cukup berkembang membuat para penikmat lagu dangdut harus mendengarkan radio dan membeli kaset untuk mendapatkannya. Belakangan, media rekaman berkembang menjadi kepingan Compact Disc.

Genre dangdut koplo sebenarnya berawal dari masa transisi ini. Ketika kaset rekaman, atau keping CD rekaman tidak lagi bisa mendongkrak penjualan para musisi dangdut di daerah-daerah mau tidak mau harus mempunyai kiat-kiat khusus dalam mendongkrak penghidupan mereka. Karena dunia rekaman tidak menjanjikan keuntungan yang memadai seniman-seniman musik dangdut di daerah-daerah mengembangkan cara-cara khas dalam memasarkan produk mereka.

Yang pertama, alih-alih memusuhi pembajakan lagu melalui keping CD, grup-grup di daerah malah mendorong agar para pembajak lagu merekam pertunjukan keliling mereka dan menyebarkannya ke seluruh Indonesia.

Yang kedua, kembali pada kiat lama, dunia musik hiburan hanya akan bertahan dengan safari pertunjukan keliling di berbagai kota. Yang ketiga, mengembangkan komunitas, semangat kolaborasi antara musisi, seniman, artis penyanyi, produser, hingga kordinator penggemar ternyata menjadi alat pemasaran yang paling cocok dengan perkembangan jaman. Jejaring penggemar melalui media sosial lebih memperkuat tradisi pengembangan komunitas ini.

Yang keempat, mengembangkan satu genre yang bisa memasukkan seluruh unsur kreativtias populer yang mudah dikenal masyarakat. Pengembangan cara memukul gendang dangdut dengan warna lokal memunculkan genre baru yang kemudian dikenal sebagai Dangdut Koplo atau Kendang Kempul pada masa awal kemunculannya.

Yang kelima, memunculkan artis-artis muda potensial, dengan penampilan dan gaya yang bersahaja, tidak glamor, dan cenderung tidak kontroversial. Kiat-kiat inilah yang membuat genre paling mutakhir ini terbukti menjadi genre yang paling bisa diterima oleh semua kalangan dan memunculkan bintang-bintang terkenal yang baru.

Saat dunia musik rekaman tidak mampu memunculkan artis-artis yang potensial karena sulitnya mendapatkan pendapatan dari hasil penjualan hasil rekaman, genre dangdut koplo, dengan kiat-kiat kembali ke komunitas, kembali menjadi jawaban atas kelesuan industri rekaman.

Salah satu yang menjadi artis terkenal, hampir tanpa kelebihan dunia televisi atau radio, adalah artis dangdut Sodik Monata. Penyanyi berambut gimbal yang pernah menjadi tukang becak ini memulai karir di rombongan orkes musik koplo sebagai kuli angkut sound system.

Dalam perkembangannya kemudian ternyata dia bisa menjadi petugas check sound. Dan karena dia mempunyai suara dan kemampuan menyanyi yang khas, penonton pertunjukan mendaulat Sodik menjadi pembawa lagu.Ketekunan menjalani pentas pertunjukan dari kota ke kota hingga ke pelosok desa disertai kemunculan dalam VCD rekaman bajakan yang diputar di berbagai terminal bis atau pelabuhan-pelabuhan dan pangkalan-pangkalan truk membuat popularitas Sodik meroket.